Setelah kuliah berlalu aku bersama sahabatku berencana pergi makan. Kami melangkahkan kaki menuju lokasi. Tidak beruntung memang. Apa yang kami cari tidak ada. Setelah diam sesaat kami pun kembali ke kampus untuk mengambil kendaraan. Agak lama kami berfikir. Akhirnya kami pun setuju untuk pergi ke rumah makan di dekat salah satu kampus ternama di Jogja.
Di depan parkiran jurusan, teman-teman sekelas yang lain pun muncul. Selang beberapa menit keberangkatan kami tertunda. Kami malah bercanda. Salah satu temanku mengambil kunci motor sahabatku. Sahabatku pun berusaha merebutnya kembali. Seperti anak kecil, bermain rebutan. Kunci itu terlempar kesana-kemari.
Dengan disengaja temanku yang lainnya juga menggaguku. Dia menginjak-injak sepatuku. Seperti anak-anak yang tidak terima, aku pun membalasnya. Saat ingin ku sebut namanya. Tiba-tiba 4 huruf dari namamu pun terucap. Tak tahu kenapa, tiba-tiba namamu terucap dibibirku. Mungkin ini karena alam bawah sadarku mengingatmu. Dalam waktu milyaran micro sekon, aku kembali pada duniaku sekarang. Lamunanku pun buyar , dan seketika aku memilih untuk diam. Aku lebih suka memperhatikan tingkah teman-temanku.
Akhirnya sahabatku lelah dengan sendirinya. Dia memilih untuk menunggu kunci itu dikembalikan. Setelah cukup lama akhirnya kunci itu pun kembali. Kami pun bergegas untuk pergi dan berpamitan.
Di depan parkiran jurusan, teman-teman sekelas yang lain pun muncul. Selang beberapa menit keberangkatan kami tertunda. Kami malah bercanda. Salah satu temanku mengambil kunci motor sahabatku. Sahabatku pun berusaha merebutnya kembali. Seperti anak kecil, bermain rebutan. Kunci itu terlempar kesana-kemari.
Dengan disengaja temanku yang lainnya juga menggaguku. Dia menginjak-injak sepatuku. Seperti anak-anak yang tidak terima, aku pun membalasnya. Saat ingin ku sebut namanya. Tiba-tiba 4 huruf dari namamu pun terucap. Tak tahu kenapa, tiba-tiba namamu terucap dibibirku. Mungkin ini karena alam bawah sadarku mengingatmu. Dalam waktu milyaran micro sekon, aku kembali pada duniaku sekarang. Lamunanku pun buyar , dan seketika aku memilih untuk diam. Aku lebih suka memperhatikan tingkah teman-temanku.
Akhirnya sahabatku lelah dengan sendirinya. Dia memilih untuk menunggu kunci itu dikembalikan. Setelah cukup lama akhirnya kunci itu pun kembali. Kami pun bergegas untuk pergi dan berpamitan.
di sudut kamar, 4 Januari 2013

Namamu


4 huruf??? hmmm sapa yah?
BalasHapus