Dalam sebuah
organisasi/industri pasti mempunyai tujuan tertentu. Salah satunya adalah
menjadi organisasi/industri yang memiliki keunggulan-keunggulan tertentu
dibandingkan organisasi /industri sejenisnya. Keunggulan tersebut ditentukan
oleh adanya tingkat efisiensi yang tinggi. Tingkat efisien yang tinggi
ditentukan oleh kualitas Sumber Daya Manusia, yaitu SDM yang profesional, mampu
menciptakan nilai tambah baru dan mampu menjawab tantangan baru. Untuk dapat
memiliki SDM yang professional,
organisasi dapat melakukan pendidikan dan pelatihan serta bimbingan bagi
SDM-nya. Hanya saja untuk menghasilkan prestasi kerja yang tinggi seorang
anggota/ karyawan tidak saja perlu memiliki keterampilan, tetapi ia juga
memiliki keinginan dan semangat untuk berprestasi tinggi.
Seorang manajer harus
mengetahui pentingnya manajemen kinerja. Bagian terpenting dalam manajemen
kinerja adalah perencanaan. Oleh karena itu, hal pertama yang harus dilakukan
dalam manajemen kinerja ini adalah menetapkan tujuan atau sasaran. Atasan dan
masing-masing bawahan harus mengidentifikasi tujuan atau sasaran yang hendak mereka
capai, yaitu kinerja dalam bentuk apa dan yang seperti bagaimana yang ingin
dicapai. Dan karena yang menjadi objek adalah kinerja manusia, maka bentuk yang
paling umum tentunya adalah kinerja dalam bentuk “produktivitas” SDM.
Dari manajemen kinerja
tersebut manajer bisa melakukan penyusunan pelatihan dan pengembangan
karyawan/anggota, penyusunan program suksesi dan kaderisasi serta pembinaan
karyawan/anggota. Untuk mencapai produktivitas tersebut dilakukan beberapa cara
seperti :
- Meningkatkan dan penyegaran motivasi
Pembinaan
pada karyawan bisa dilakukan dengan terlebih dahulu memunculkan motivasi untuk
selalu berkeinginan meningkakan kinerjanya secara terus menerus, agar lebih
baik dari sebelumnya. Dalam pelatihan maupun dalam kerja nyata, lebih baik dibuat
dalam bentuk tim. Selain mengakrabkan anggota juga membuat rasa percaya diri
dan nyaman di lingkungan sekitar sehingga produktifitas meningkat. Motivasi
juga bisa diperoleh dari hal-hal kecil seperti dengan menghargai dengan
mengucapkan terima kasih. Terkadang
dengan memberikan kejutan ataupun memberi selamat kepada anggota pada hari
ulangtahun atau hari penting baginya.
- Membuat lingkungan kerja yang kondusif
Jika
motivasi merupkan penggeraknya, maka lingkungan yang kondusif adalah alat
penggeraknya. Jadi meskipun motivasi tinngi, tetapi lingkungan buruk, maka
motivasi tidak begitu bermanfaat. Sarana dan prasarana juga harus ditingkatkan
untuk menunjang kegiatan dan mengurangi tingkat stres diakibatkan sarana dan
prasarana yang buruk. Manajer berperan dalam menciptakan lingkungan yang
kondusif.
- Mengadakan pelatihan
Pelatihan
digunakan untuk meningkatkan mindset,
agar pikiran lebih positif. Selain itu digunakan untuk menambah pengetahuan.
Ketika anggota/karyawan memiliki tingkat pendidikan yang lebih tinggi, maka
pemikiran dan kinerjanya akan lebih bagus dibandingkan dengan orang
berpendidikan rendah.
- Mengintegrasi manajemen waktu dengan sistem industri/organisasi
Manajemen
waktu mungkin akan memberikan kontribusi pada produktivitas karyawan. Namun
tidak cukup hanya dengan memaksakan karyawan untuk mengelola waktunya.
Manajemen waktu harus terintegrasi dengan sistem organisasi/industri. Bahkan,
sistem perlu didesain sedemikian rupa agar karyawan dalam bekerja dengan
manajemen waktu yang tepat sehingga produktivitasnya akan tinggi. Sistem harus
menjadikan aktivitas karyawan lebih efektif dan produktif. Tentu saja pemahaman
manajemen waktu bagi karyawan sangat penting. Diperlukan program pelatihan agar
karyawan bekerja dengan menggunakan manajemen waktu dengan benar. Namun, jika sistem
yang ada diperusahaan tersebut tidak sejalan atau bahkan malah menghambat
produktivitas, maka produktivitas tidak akan banyak meningkat. Sebagai contoh,
sistem manajemen kualitas selain fokus pada kualitas, perlu diperbaiki dan
ditingkatkan agar meningkatkan produktivitas karyawan. Begitu juga dengan
sistem-sistem lainnya, bukan hanya mengejar agar pekerjaan menjadi benar,
tetapi juga produktivitas pekerjaan yang tinggi.
Penghargaan
dan hukuman tetap menjadi metode cukup efektif dalam meningkatkan
produktivitas, namun ada hal yang perlu diperhatikan dalam penerapannya. Jangan
sampai penghargaan dan hukuman malah menciptakan linkungan yang tidak kondusif.
Justru ini malah kontradiktif dengan tujuannya. Salah satu kelemahan penghargaan
dan hukuman adalah mindset kebanyakan orang lebih takut menerima hukuman
dibandingkan motivasi untuk mengejar reward. Ketakutan ini memiliki potensi
untuk menjadi friksi diantara karyawan. Inilah yang memungkinkan kondisi yang
tidak kondusif bisa terjadi. Untuk itu penerapan konsep penghargaan dan hukuman
harus diiringi dengan peningkatan mental juara bagi karyawannya. Mental juara
adalah sebuah kondisi mental dimana seseorang ingin memberikan yang terbaik
dengan sportif (menerima kekalahan dan konsekuensinya).
Sumber :
http://asm.ariyanti.ac.id/download/KaryaIlmiah/Nomor 4 Tahun II/Upaya Meningktakan Kualitas Kinerja - Moch Hafid.doc pada tanggal 24 Februari 2014 pukul 5.22
http://female.kompas.com/read/2012/09/05/15010152/5.Cara.Meningkatkan. Produktivitas.Karyawan.
pada tanggal 24 Februari 2014 pukul 5.24
http://www.rahmatst.com/4-cara-meningkatkan-produktivitas-karyawan/
pada tanggal 24 Februari 2014 pukul 5.20

Peran Manajer dalam Upaya Menciptakan Produktivitas


0 komentar:
Posting Komentar