Kamis, 27 Februari 2014

Peran Manajer dalam Upaya Menciptakan Produktivitas


Dalam sebuah organisasi/industri pasti mempunyai tujuan tertentu. Salah satunya adalah menjadi organisasi/industri yang memiliki keunggulan-keunggulan tertentu dibandingkan organisasi /industri sejenisnya. Keunggulan tersebut ditentukan oleh adanya tingkat efisiensi yang tinggi. Tingkat efisien yang tinggi ditentukan oleh kualitas Sumber Daya Manusia, yaitu SDM yang profesional, mampu menciptakan nilai tambah baru dan mampu menjawab tantangan baru. Untuk dapat memiliki SDM yang professional,  organisasi dapat melakukan pendidikan dan pelatihan serta bimbingan bagi SDM-nya. Hanya saja untuk menghasilkan prestasi kerja yang tinggi seorang anggota/ karyawan tidak saja perlu memiliki keterampilan, tetapi ia juga memiliki keinginan dan semangat untuk berprestasi tinggi.
Seorang manajer harus mengetahui pentingnya manajemen kinerja. Bagian terpenting dalam manajemen kinerja adalah perencanaan. Oleh karena itu, hal pertama yang harus dilakukan dalam manajemen kinerja ini adalah menetapkan tujuan atau sasaran. Atasan dan masing-masing bawahan harus mengidentifikasi tujuan atau sasaran yang hendak mereka capai, yaitu kinerja dalam bentuk apa dan yang seperti bagaimana yang ingin dicapai. Dan karena yang menjadi objek adalah kinerja manusia, maka bentuk yang paling umum tentunya adalah kinerja dalam bentuk “produktivitas” SDM.
Dari manajemen kinerja tersebut manajer bisa melakukan penyusunan pelatihan dan pengembangan karyawan/anggota, penyusunan program suksesi dan kaderisasi serta pembinaan karyawan/anggota. Untuk mencapai produktivitas tersebut dilakukan beberapa cara seperti :

             - Meningkatkan dan penyegaran motivasi

Pembinaan pada karyawan bisa dilakukan dengan terlebih dahulu memunculkan motivasi untuk selalu berkeinginan meningkakan kinerjanya secara terus menerus, agar lebih baik dari sebelumnya. Dalam pelatihan maupun dalam kerja nyata, lebih baik dibuat dalam bentuk tim. Selain mengakrabkan anggota juga membuat rasa percaya diri dan nyaman di lingkungan sekitar sehingga produktifitas meningkat. Motivasi juga bisa diperoleh dari hal-hal kecil seperti dengan menghargai dengan mengucapkan  terima kasih. Terkadang dengan memberikan kejutan ataupun memberi selamat kepada anggota pada hari ulangtahun atau hari penting baginya.

            - Membuat lingkungan kerja yang kondusif
Jika motivasi merupkan penggeraknya, maka lingkungan yang kondusif adalah alat penggeraknya. Jadi meskipun motivasi tinngi, tetapi lingkungan buruk, maka motivasi tidak begitu bermanfaat. Sarana dan prasarana juga harus ditingkatkan untuk menunjang kegiatan dan mengurangi tingkat stres diakibatkan sarana dan prasarana yang buruk. Manajer berperan dalam menciptakan lingkungan yang kondusif.

            - Mengadakan pelatihan
Pelatihan digunakan untuk meningkatkan mindset, agar pikiran lebih positif. Selain itu digunakan untuk menambah pengetahuan. Ketika anggota/karyawan memiliki tingkat pendidikan yang lebih tinggi, maka pemikiran dan kinerjanya akan lebih bagus dibandingkan dengan orang berpendidikan rendah.

            - Mengintegrasi manajemen waktu dengan sistem industri/organisasi
Manajemen waktu mungkin akan memberikan kontribusi pada produktivitas karyawan. Namun tidak cukup hanya dengan memaksakan karyawan untuk mengelola waktunya. Manajemen waktu harus terintegrasi dengan sistem organisasi/industri. Bahkan, sistem perlu didesain sedemikian rupa agar karyawan dalam bekerja dengan manajemen waktu yang tepat sehingga produktivitasnya akan tinggi. Sistem harus menjadikan aktivitas karyawan lebih efektif dan produktif. Tentu saja pemahaman manajemen waktu bagi karyawan sangat penting. Diperlukan program pelatihan agar karyawan bekerja dengan menggunakan manajemen waktu dengan benar. Namun, jika sistem yang ada diperusahaan tersebut tidak sejalan atau bahkan malah menghambat produktivitas, maka produktivitas tidak akan banyak meningkat. Sebagai contoh, sistem manajemen kualitas selain fokus pada kualitas, perlu diperbaiki dan ditingkatkan agar meningkatkan produktivitas karyawan. Begitu juga dengan sistem-sistem lainnya, bukan hanya mengejar agar pekerjaan menjadi benar, tetapi juga produktivitas pekerjaan yang tinggi.

            - Memberikan penghargaan dan hukuman serta mental juara
Penghargaan dan hukuman tetap menjadi metode cukup efektif dalam meningkatkan produktivitas, namun ada hal yang perlu diperhatikan dalam penerapannya. Jangan sampai penghargaan dan hukuman malah menciptakan linkungan yang tidak kondusif. Justru ini malah kontradiktif dengan tujuannya. Salah satu kelemahan penghargaan dan hukuman adalah mindset kebanyakan orang lebih takut menerima hukuman dibandingkan motivasi untuk mengejar reward. Ketakutan ini memiliki potensi untuk menjadi friksi diantara karyawan. Inilah yang memungkinkan kondisi yang tidak kondusif bisa terjadi. Untuk itu penerapan konsep penghargaan dan hukuman harus diiringi dengan peningkatan mental juara bagi karyawannya. Mental juara adalah sebuah kondisi mental dimana seseorang ingin memberikan yang terbaik dengan sportif (menerima kekalahan dan konsekuensinya).



Sumber :

0 komentar:

Posting Komentar