Dari judulnya udah kelihatan isinya pasti isinya mengandung unsur Jogja dan Jepang. Acaranya sih sudah lama, udah 6 bulan yang lalu. Lebih tepatnya pada 5-8 Juli 2012. Singkat cerita , informasinya tuh didapatkan dari jejaring sosial, kalau gak facebook ya twitter :D
Setelah dapat info" tetang acaranya, aku dan kakakku tercinta (@naze_khoir), pada tanggal 6 Juli 2012 meluncur ke Jogja National Museum. Pada awalnya kami ga tahu lokasi persisnya JNM, yang kami tahu kalau JMN terletak di daerah Wirobrajan. (#Padahal udah lama hidup di Jogja). Setelah muter-muter dan tanya sana sini akhirnya JNM ketemu juga, ternyata lokasinya ada di sebelah timurnya SMA N 1 Yogyakarta. -___-
Dari beberapa informasi yang aku dapat, JJW ini merupkan yang pertama kalinya di Jogjakarta . Merupakan festifal dua tahunan yang digunakan untuk mempringati sister city antara Kyoto dan Jogja. Tema yang diangkat adalah “Shunkashuutou Matsuri” yang berarti “Perayaan 4 Musim”. Shuu/Aki yang berarti musim gugur, Tou/Fuyu yang berarti musim dingin, Shun/Haru yang berarti musim semi, Ka/Natsu yang berartimusim panas.
Setelah dapat info" tetang acaranya, aku dan kakakku tercinta (@naze_khoir), pada tanggal 6 Juli 2012 meluncur ke Jogja National Museum. Pada awalnya kami ga tahu lokasi persisnya JNM, yang kami tahu kalau JMN terletak di daerah Wirobrajan. (#Padahal udah lama hidup di Jogja). Setelah muter-muter dan tanya sana sini akhirnya JNM ketemu juga, ternyata lokasinya ada di sebelah timurnya SMA N 1 Yogyakarta. -___-
![]() |
| Pintu Masuk Jogja Japan Week |
Dari beberapa informasi yang aku dapat, JJW ini merupkan yang pertama kalinya di Jogjakarta . Merupakan festifal dua tahunan yang digunakan untuk mempringati sister city antara Kyoto dan Jogja. Tema yang diangkat adalah “Shunkashuutou Matsuri” yang berarti “Perayaan 4 Musim”. Shuu/Aki yang berarti musim gugur, Tou/Fuyu yang berarti musim dingin, Shun/Haru yang berarti musim semi, Ka/Natsu yang berartimusim panas.
Setelah puas disuguhi suasana 4 musim, kami pun berpindah ke stand stand yang lainnya. Ada beberapa stand seperti ikebana, oshie & kurumie, furoshiki, origami, Pameran Te-Collabo, pelatihan menulis Jepang dengan huruf hiragana dan katakana/kanji, kemudian permainan jepang seperti kereta api.
- Ikebana adalah seni merangkai bunga dengan berbagai rumput-rumputan dan tanaman.
- Oshie adalah kerajinan yang terbuat dari potongan kain kimono/kain perca yang dibuat dalam bentuk tiga dimensi agar lebih terasa nuansa seninya. Sama dengan oshie, sedangkan kurumie adalah teknik kerajinan dari Jepang dengan menggunakan potongan-potongan dari kertas wasi.
- Furoshiki adalah seni membungkus dengan menggunakan kain.Seni Furoshiki biasanya digunakan untuk membungkus hadiah, bento dan barang-barang yang lain, pada zaman sekarang teknik furoshiki digunakan untuk meminimalis penggunaan “plastic bag” sebagai gerakan ramah lingkungan di Jepang.
- Origami yang berasal dari kata Ori=melipat dan Kami=kertas, adalah teknik merubah kertas menjadi suatu bentuk dua atau tiga dimensi dengan menggunakan kertas yang beraneka warna.
- Dalam Pameran Te-Collabo menyajikan kolaborasi antar pengrajin dan seniman batik, lurik, tenun dan handycraft di Yogyakarta.
Menurutku acaranya keren dan menarik. Dilihat dari sisi budaya dan pendidikannya Kyoto dan Jogja memiliki banyak kemiripan. Jika acaranya diadakan lagi, aku pingin pergi ke sana. Ow ya satu lagi harapanku yang belum kesampaian, nyewa kimono dan foto" di JJW. Semoga di tahun 2014 bisa terlaksana. Amin.
Sampai jumpa di jalan-jalan selanjutnya!
![]() |
| Foto-foto di Jogja Japan Week |

Jogja Japan Week 2012







0 komentar:
Posting Komentar