Baca judulnya aja aku dah merinding sendiri, tapi tulisan ini mengarah ke hal yang positif bukan yang aneh-aneh. Jadi tulisan ini berisi tentang pengajian yang diberikan oleh Ustad Felix Siauw tentang Cinta. Menurut beliau Cinta itu seperti ini ....
Cinta itu memikirkan yang dicintai...
Bukan hanya kemarin dan kini, tapi nanti...
Mari kita berbicara tentang masa depan agar hari esok yang dijelang bukan suatu kesengsaraan
Ada hal yang jelas yang harus dipersiapkan. Mana yang boleh dilakukan dan mana yang harus dihindarkan.
Bila engkau lelaki, engkau harus tau arah ke mana saat melangkah
Bila engkau perempuan, seharusnya tahu bagaimana harus bertingkah
Kita harus bicara tentang masa depan karena ia tak semudah yang diperkirakan pemuda-pemuda yang lalai. Juga tidak sesulit yang diceritakan perempuan-perempuan yang bercerai.Setiap muslimah tentu saja menginginkan lelaki yang bertanggung jawab, yang menghargai kelebihan kebaikannya dan yang memaafkan kealpaan kekurangannya.
Muslimah mana yang tidak ingin lelaki berbudi pekerti, baik hati tinggi iman dan tulus amal. Muslimah selalu menanti lelaki elok akhlak padan rasa yang memiliki kelembutan dengan anaknya dengan istrinya dia mesra. Muslimah mana yang tidak mendambakan lelaki yang bisa mengawalnya jauh dari neraka dan membimbingnya menuju surga Allah.
Lelaki mana yang suka dengan wanita yang cerdik cendekia lagi berparas menawan yang lisannya seanggun geraknya. Lelaki yang baik pasti menyukai wanita lemah lembut lagi santun pintar membahagiakan suami dengan masakan dan perhatian tidak tamak harta dan selalu menjaga kehormatan. Lelaki mana yang tidak memimpikan wanita yang mendukungnya dalam kebaikan dan mengeluarkan kebaikannya, dirindukan jika ditinggal dan menyenangkan bila berjumpa.
Sialnya kita hidup di zaman kapitalisme yang mengajarkan lelaki dan wanita masa kini untuk memperhatikan fisik bukan visi, perhatikan badan bukan iman. Kapitalisme sukses menjadikan kebahagiaan materialistis sebagai tujuan tertinggi hingga uang sebagai tujuan yang tertinggi. Maka hedonisme anak kandung kapitalisme sukses menjadikan lelaki hanya perduli nikmat sampai batas kulit.
Wajar bila kita melihat dimana-mana lelaki jadi miskin tanggung jawab dan fakir komitmen.Bila lelaki yang tidak lulus ujian tanggung jawab dan komitmen merekalah yang akhirnya masuk dalam jurusan pacaran. Cinta disempitkan dalam artian pacaran terbatas pada rayuan palsu dan gandengan tangan. Padahal pendamping yang selektif tidak bisa didapatkan dari proses pacaran. Karena kesalehan dan kebatilan jelas bertentangan. Hak dan batil tidak akan pernah bertemu bagaikan fatamorgana yang menjanjikan kemuliaan semu.
Bagaimana bisa lelaki yang sudah memahami pacaran itu perbuatan yang dilarang oleh Allah memaksa dengan berbagai alasan agar engkau berbagi dosa dengan dia, melawan Allah. Lalu yang seperti ini bisa jadi panduan setelah menikah? Sebelum halal saja dia berani katakan sayang padamu. Jangan heran bila dia setelah dia menikah berani katakan itu pada wanita-wanita yang lain, toh sama-sama bermaksiat kepada Allah. Jika sebelum akad saja dia berani melabuhkan tangannya pada tubuhmu, jangan heran bila setelah menikah dia mampu melakukan itu pada wanita-wanita lain, toh sama-sama dosa kepada Allah. Yang tiada takut dosa saat sebelum menikah tentunya jangan harap dia takut dosa setelah menikah.
Terima kasih. Assalamu’alaikum Wr Wb
Hal tersebut bisa jadi pembelajaran buat perempuan dan laki-laki muslim, yuk kembali lagi diluruskan niatnya. :)

Motivasi Cinta


0 komentar:
Posting Komentar