Selasa, 10 Februari 2015

Ilmu Fiqih, Akhlaq, Tauhid

Kali ini saya akan membahas mengenai kajian Senin sore di Masjid Nurul 'Asri Deresan Yogyakarta pada tanggal 2 Februari 2015 yang disampaikan oleh Ust. Syatori Abdurrauf. Karena sesuatu hal saya datang terlambat,, jadi agak ketinggalan materi sedikit. Langsung masuk ke kajiannya yuk..

Islam merupakan agama yang paling sempurna dan mengatur manusia dimulai dengan bangun tidur hingga kembali tidur. Sehingga manusia itu beragama selama 24 jam dan perlu mengetahui ilmu beragama seperti ilmu fiqih, akhlaq dan tauhid.

1. Ilmu Fiqih
Merupakan ilmu yang menerangkan tentang hukum-hukum syara’ yang berkenaan dengan amal perbuatan manusia yang diperoleh dari dalil-dali tafsil (jelas).
Segala sesuatu hal yang akan dilakukan oleh manusia berarti harus sesuai dengan fiqih. Sesuai dengan fiqih Islam ketika seorang hamba mendengarkan kumandang Adzan seharusnya hatinya langsung terpanggil untuk melaksanakan Sholat Fardhu. Dalam kehidupan pasti ada banyak perbedaan pendapat, tetapi semuanya itu harus dikembalikan lagi dengan melihat fiqih. Ketika seseorang melaksanakan sholat dengan do'a qunut itu juga ada ilmu fiqihnya, sebaliknya juga yang tidak menggunakannya. Jadi sebagai umat muslim seharusnya saling menghormati perbedaan tersebut asalkan sesuai dengan fiqih.
Tetapi umat Islam sudah lama tidak berfiqih. Misalkan pada fikih nikah, seharusnya ketika seorang laki-laki akan melamar perempuan seharusnya ikhwannya meminta izin kepada wali sang perempuan.Tetapi pada kenyataannya sekarang ketika menerapkan ilmu fiqih, wali nikah malah kembali bertanya sudah tanya dulu belum dengan perempuannya. 

2.  Ilmu Akhlaq
Merupakan ilmu yang membuat kita mampu menjaga hati dari segala dosa agar tidak berbuat maksiat.
Dalam  berakhlaq ada 3 tahapan yaitu :
  • menjauhkan diri dari segala dosa dan maksiat
  • membersihkan diri dari dosa dan maksiat yang diperbuat
  • membersihkan hati dari perasaan salah dan hina

 3. Ilmu Tauhid
Merupakan ilmu yang mengingatkan jiwa akan perjanjian dengan Allah sewaktu masih di alam ruh. Sebagaimana yang difirmankan dalam Al-Quran  dalam surat Al-A'raaf:172
" Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi". (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)"
Watak jiwa yang sesungguhnya adalah tauhid, menjadikan Allah sebagai satu-satunya dan segala-galanya

Semoga dengan adanya Ilmu akhlak bisa menjadikan hati sejahtera (Qolbun Salimun), dengan Ilmu Tauhid bisa mengendalikan nafsu sesuai akal(Nafsun Mutmainah)

0 komentar:

Posting Komentar