Musik yang mengalun mulai mengganjal dikepalaku. Aku kembali teringat kepada kau yang disana. Bagaimana kabarmu? Apakah kamu baik-baik saja? Apakah kau masih ingat aku? Sama seperti pesan terakhirku kepadamu. Pesan yang belum km balas. Pesan yang mengambang diudara bebas. Yang tidak kan tahu kapan balasanya akan sampai kepadaku.
Tidak adanya komunikasi mebuatku terus betanya-tanya dan membuat ekspetasi tersendiri tentangmu. Aku pun mulai melihat akun jejaring sosialmu. Entah kenapa ada rasa cemburu ketika aku melihat gambar-gambar yang kau unggah. Aku melihat bahwa kalimat dan gambar itu ditunjukkan kepada seseorang. Rasanya sesak. Itu semua hanyalah sebuah perasangka ku saja. Karena prasangka-prasangka tanpa bukti itu memang sakit rasanya.
Aku sadar aku bukanlah siapa-siapa. Karena aku hanyalah penonton dari luar. Aku hanya bisa melihatmu dari kejauhan. Hanya mendoakanmu tetapi tidak menyertaimu. Aku terus berkata bahwa ini hanyalah pergulatan hatiku saja. Ya hatii.. Tetapi aku terus meyakini bahwa Sang Maha Pencipta akan memberikan yang terbaik untukku dan untukmu. Jika ada kesempatan suatu hari nanti, ku ingin kau menyanyikan lagu itu untukku..
Rabu, 09 April 2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Kamu


wah jebul lagi galaw
BalasHapus