Rabu, 13 Juni 2012

In the past


~Intermezzo~

Malam ini tidak seperti biasanya. Tidak ada bintang yang menampakkan dirinya. Ya memang dalam suasana mendung dan tidak bersahabat. Tetapi bukan karena semua itu. Malam ini berbeda karena seklebat kenangan tentangmu mulai menyeruak di dalam benakku. Momen-momen saat kita bersama mulai bermunculan. Hampir 3 tahun lebih aku tidak dipertemukan dengan dirimu. Kamu mungkin sudah menghilangkan memori tentangku dan mengganggap kenangan ini hanya sebuah selingan kehidupan yang tak begitu berarti. Tetapi, bagiku di dalam kenangan ini  aku mulai belajar tentang arti sebuah cinta.


Bermula saat awal  bulan Ramadhan 1430 H. Sebuah perkenalan yang singkat. Awalnya saat kau tertarik denganku kau meminta sahabatmu untuk datang mendekatiku. Dia datang dan meminta nomer handphoneku . Aku tidak langsung meberikannya, aku bertanya terlebih dahulu,akan digunakan untuk apakah. Dia pun langsung menjawab ,bahwa kaulah yang ingin memintanya. Dengan wajah sedikit tersipu kau mendekat dan meminta nomerku. Dengan polosnya, walupun dengan sedikit basa basi akhirnya memberikan nomer handphoneku kepadamu.

Aku yang belum pernah mengenal cinta hanya bisa membiarkan gejolak dan virusnya menyerang hatiku. Nama dan wajahmu mulai terngiang dibenakku. Sahabatku mulai meberikan nasihat agar aku lebih waspada. Agar aku tetap menjaga hatiku hanya untuk Allah. Di dalam dadaku mulai berkecamuk, perang antara perasaan, logika, agama. Aku tidak bisa menyelaraskan ketiganya. Banyaknya pesan darimu yang datang dan pergi membuat hati ini semakin resah.

Waktu terasa berjalan lebih cepat setiap kali kau lewat didepan kelasku. Sorakan teman-temanku membuatku tersipu malu. Hati yang berdebar seakan bunga-bunga bermekaran. Lamunan tentangmu membuat secuil senyum merekah dibibirku. Berbagai kenangan bersamamu pun mulai tercipta. Aku masih mengingat pesanmu yang intinya mengatakan bahwa cinta membuat orang merasa bahagia serasa terbang ke surga, tetapi juga bisa membuat orang menjadi sangat sedih,sehingga dunia serasa jatuh ke neraka.Walau aku tahu itu perumpamaan yang terlalu hiperbola, tetap saja aku bahagia. Hanya pesan darimulah yang aku tunggu, pesan yang lain hanya angin lalu.

Ekstrakulikuler bahsa inggis yang mempertemukan kita seusai sekolah. Aku yang sangat nervous waktu itu, sampai-sampai tidak bisa berfikir, bahasa inggris seperti bahasa dari dunia yang lain.  Saking paniknya ,wajakku jadi pucat,dan aku mulai merasa sakit. Karena memang sudah sore maka kegiatan pun dihentikan. Lalu kau menemaniku menunggu jemputan. Di hari-hari berikutnya ,tepatnya di depan sekolah kau menemaniku menunggu bis. Percakan basa- basi terlontar untuk membunuh waktu. Dan waktu yang sering aku tunggu-tunggu adalah hari sabtu sore, saat ekstra karate bersamaan dengan ekstra pencak silat. Aku bisa melihat bagaimana kau berlatih pencak silat. Ketika suatu saat kau tersenyum kearahku, wajahmu langsung terpatri di memoriku.  Seusai latihan sesekali kita bertukar cerita. Kau mulai bercerita tentang dirimu dan pencak silat.

Pelan-pelan  aku pun tersadar, bahwa aku telah melampui batasan. Aku ingin menanamkan pikiran bahwa kita hanya teman, tidak lebih, tapi di sisi lain aku ingin mengenalmu lebih jauh. Kau pun mulai tahu prinsipku dan hal itu membuat jarak diantara kita pun mulai merenggang. Hati ku mulai terkoyak, aku tidak tahu harus bagaimana. Ada perasaan bahwa kau akn pergi menjauh dan tidak akan kembali. Ya perasaan ku itu mulai terbukti. Suatu hari kudapati kau berada di ruang bimbingan konseling. Aku mencari tahu apa masalahmu. Ku berusah bertanya pada sahabatmu dan dia tidak memberitahu apapun kepadaku. Pada akhirnya aku pun tahu ,ternyata kau akan meinggalkan Jogja untuk selamanya. Kau akan kembali ke daerah asalmu. Saat kutahu semua itu, semuanya sudah terlambat. Kau sudah mempesiapkan segalanya dengan sangat rapi, sehingga tak ada yang tahu .Malam itu hujan turun dengan derasnya seperti lagu Menjaga hati –Yovie&Nuno yang menemani malamku.Keesokan harinya saat kepergianmu aku hanya bisa menmandangi langit biru, melihat cinta pertamaku terbang bersama angin.

Mungkin kita tidak akan pernah bertemu lagi, kau sibuk dengan kehidupanmu disana dan aku masih tetap disini. Tetapi aku ingin memberi tahu bahwa kaulah  yang mengajarkan bagaimana cinta itu bisa membuat seseorang sangat bahagia dan sangat sedih. Aku bersyukur bisa mengenalmu dan mungkin kepergianmu memang jalan yang terbaik untukku. Allah telah melindunguku dari zina dan perbutan yang tidak baik.  Meskipun kau pernah mengisi tempat teristimewa dihatiku tetapi aku yakin bahwa Allah sudah menyiapkan seseorang yang lebih baik darimu  untuk menjadi pendampingku kelak yang akan menggantikan posisimu dan mengisi kekosongan hatiku.

~  Setiap orang punya masa lalunya sendiri-sendiri. Masa lalu tidak untuk dilupakan, karena tanpa masa lalu tidak akan ada hari ini. Dan yang terpenting adalah bagaimana dia bisa mempersiapkan masa sekarang dan masa yang akan datang. ~


12.21 am
Kalasan,12 Juni 2012



2 komentar:

  1. nyesek, dan semoga, rahma mendapat yang terbaik dari yang paling baik, rahma cantik :*

    BalasHapus